Peringatan Risiko: CFD adalah instrumen finansial kompleks yang membawa risiko kerugian yang sangat besar dan cepat karena adanya leverage. 81% akun investor ritel mengalami kerugian saat memperdagangkan CFD bersama penyedia ini. Anda harus memperhatikan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda sanggup menanggung risiko tinggi hilangnya modal Anda.
Peringatan Risiko: CFD adalah instrumen finansial kompleks yang membawa risiko kerugian yang sangat besar dan cepat karena adanya leverage. 81% akun investor ritel mengalami kerugian saat memperdagangkan CFD bersama penyedia ini. Anda harus memperhatikan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda sanggup menanggung risiko tinggi hilangnya modal Anda.

Teknologi Bitcoin: Menelisik Cara Kerjanya

Teknologi Bitcoin: Menelisik Cara Kerjanya

Tentang Penulis: Andreas Thalassinos (BSc, MSc, MSTA, CFTe, MFTA), Head of Education FXTM. Pakar pendidikan FX terkemuka, Certified Technical Analyst, dan tokoh trading algoritmik.

Belajar Forex

Pada tahun 2008, Satoshi Nakamoto mengajukan sistem pembayaran tunai peer-to-peer yang memungkinkan orang bertransaksi langsung dengan satu sama lain, tanpa perlu perantara institusi keuangan. Sejak saat itu, sudah banyak ulasan dan pembicaraan mengena Bitcoin, mata uang digital baru. Tujuan artikel ini adalah menjelaskan berbagai istilah seputar teknologi ini dan khususnya jaringan komputer yang memfasilitasi sistem pembayaran ini.

Jaringan komputer biasanya memiliki dua model utama: klien/server dan peer-to-peer. Perbedaan antara keduanya adalah peran dan fungsi dari setiap komputer yang berpartisipasi (biasa disebut node).

Klien/Server

Dalam model klien/server, ada dua entitas terpisah yaitu server dan klien. Ini adalah lingkungan terpusat. Aplikasi, file, dan sumber daya lainnya disimpan di komputer sentral yang disebut server. Server bertindak sebagai otoritas pusat yang menyediakan layanan kepada seluruh node lainnya di dalam jaringan. Server ini membagikan informasi dan sumber daya dengan klien. Semua klien terhubung ke server pusat. Model ini rentan mengalami pelanggaran keamanan, peretasan, dan kegagalan karena adanya server yang menjadi satu titik rentan utama. Apabila server gagal, maka seluruh jaringan akan terhenti.

Server Klien

Peer-to-Peer (P2P)

Sebaliknya, jaringan peer-to-peer adalah model terdesentralisasi. Tidak ada otoritas atau server pusat. Setiap node bertindak sebagai server dan juga klien, dan setiap node adalah setara. BitTorrent adalah salah satu jaringan P2P terpopuler untuk berbagi file. Walaupun jaringan peer rentan mengalami serangan keamanan (yang diatasi jaringan Bitcoin melalui protokol yang diterapkan), keunggulannya adalah kemudahan skalabilitas. Komputer baru dapat dihubungkan di jaringan dan segera berfungsi begitu tersinkronisasi dengan jaringan.

Seiring dengan perkembangan jaringan, daya komputasinya juga meningkat. Selain itu, satu komputer yang tidak berfungsi tidak akan mengganggu integritas jaringan. Semua komputer saling terhubung dan terus berkomunikasi satu sama lain - sehingga penyebaran pesan tidak akan terganggu. Keunggulan utama P2P mungkin adalah jaringan yang tidak terganggu oleh kegagalan.

P2P

Sistem Distribusi

Jaringan Bitcoin menggunakan model aplikasi terdistribusi. Beban kerja disebar ke semua node yang berpartisipasi. Saat "menggali" di jaringan komputer, kita akan menemukan "Masalah Jenderal Bizantium" dengan konsensus sebagai tujuannya. Untuk menjaga reliabilitas jaringan, komputer yang berpartisipasi harus mencapai konsensus. Konsensus 100% tentu merupakan hal yang ideal, tapi tidak selalu mungkin tercapai.

Masalah Jenderal Bizantium

Sekelompok Jenderal mengepung kota musuh. Mereka harus menyerang atau mundur berdasarkan perintah dari Komandan Jenderal. Demi kesuksesan misi ini, semua Jenderal harus mencapai konsensus. Pesan diteruskan dari Komandan Jenderal kepada para Jenderal melalui jaringan yang tidak aman dan dapat ditembus. Lebih parah lagi, sebagian Jenderal dan/atau bahkan sang Komandan sendiri mungkin saja berkhianat. Selama Komandan Jenderal tidak berkhianat dan jumlah pengkhianat tidak lebih banyak dari sepertiga jumlah Jenderal, maka konsensus dapat tercapai untuk menyerang atau mundur secara bersamaan.

Singkatnya, harus ada 3t+1 Jenderal, t adalah jumlah pengkhianat.

Masalah Jenderal Bizantium

Sudah jelas bahwa Jenderal 1 akan menerima informasi yang bertolak belakang dari Komandan dan Jenderal 2, yang ternyata pengkhianat. Dalam skenario ini, konsensus tidak dapat tercapai (yaitu lebih dari 50% yang memutuskan menyerang atau mundur).

Sistem Bitcoin menghadapi masalah yang sama seperti para Jenderal Bizantium. Untuk mengatasinya, Satoshi Nakamoto memperkenalkan konsep proof-of-work. Saat pesan dikirimkan, pesan melalui proses hash dan nonce (angka acak yang hanya dapat digunakan satu kali) dikirimkan ke semua node untuk memverifikasi proof-of-work. Setiap pesan (blok) akan dirangkai (chain) sehingga hampir tidak mungkin diganggu atau diutak-atik.

Kesimpulan

Bitcoin menggunakan model jaringan dan distribusi peer-to-peer terdesentralisasi. Setiap node harus mencapai konsensus guna memastikan kerja jaringan yang mulus. Node yang "buruk" tidak dapat mengubah blockchain karena penerapan proof-of-work.

Disklaimer: Konten artikel ini memuat opini dan ide pribadi. Konten ini tidak boleh dianggap memuat saran investasi dan/atau penawaran transaksi apa pun. Konten ini tidak mengimplikasikan kewajiban untuk membeli layanan investasi dan tidak pula menjamin atau memprediksi kinerja di masa mendatang. FXTM serta afiliasi, agen, direktur, karyawan atau staf tidak menjamin keakuratan, validitas, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi atau data apa pun dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi atas investasi yang mengandalkan informasi atau data tersebut.

Peringatan Risiko: Perdagangan produk dengan leverage seperti forex dan CFD melibatkan risiko tingkat tinggi. Jangan pertaruhkan modal apabila kerugiannya tidak dapat Anda tanggung. Kerugian yang lebih besar dari investasi awal Anda dapat saja terjadi. Jangan melakukan perdagangan sebelum Anda memahami secara menyeluruh derajat eksposur sesungguhnya akan risiko kerugian. Selalu perhatikan tingkat pengalaman Anda saat melakukan perdagangan. Harap cari saran finansial independen apabila Anda belum memahami sepenuhnya tentang risiko yang ada.

Scroll Top