Peringatan Risiko: CFD adalah instrumen finansial kompleks yang membawa risiko kerugian yang sangat besar dan cepat karena adanya leverage. 80% akun investor ritel mengalami kerugian saat memperdagangkan CFD bersama penyedia ini. Anda harus memperhatikan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda sanggup menanggung risiko tinggi hilangnya modal Anda.
Peringatan Risiko: CFD adalah instrumen finansial kompleks yang membawa risiko kerugian yang sangat besar dan cepat karena adanya leverage. 80% akun investor ritel mengalami kerugian saat memperdagangkan CFD bersama penyedia ini. Anda harus memperhatikan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda sanggup menanggung risiko tinggi hilangnya modal Anda.

Memahami Rata-Rata Bergerak Eksponensial

Memahami Rata-Rata Bergerak Eksponensial

Belajar Forex

Rata-Rata Bergerak (Moving Average / MA) adalah salah satu indikator yang paling umum digunakan di pasar finansial.

Seperti sebagian besar indikator lainnya, MA sangat mudah diaplikasikan di grafik harga - cukup geser ke harga. Penafsiran MA juga cukup jelas; beli di atas atau jual di bawah garis MA. Tidak mengherankan apabila banyak trader teknikal, bahkan trader fundamental, yang memanfaatkan MA untuk analisis dan trading.

Tentu saja ada banyak varian rata-rata bergerak. Rata-Rata Bergerak Sederhana (Simple Moving Average / SMA), Tertimbang Linear, Geometrik, Eksponensial, Triangular, Disesuaikan Volume dan Variabel, serta masih banyak lagi.

Apabila Anda baru mengenal rata-rata bergerak, Anda mungkin bertanya-tanya metode mana yang terbaik.

Rata-Rata Bergerak Sederhana (Aritmetika)

Sebagian besar trader memulai dengan bereksperimen menggunakan Rata-Rata Bergerak Sederhana (Simple Moving Average/SMA) di awal karier trading mereka.

SMA dihitung dengan menambahkan harga penutupan sejumlah candlestick (sama dengan periode waktu rata-rata bergerak) kemudian membaginya dengan total jumlah harga. Hasil kalkulasi ini adalah rata-rata. Harga yang paling lama kemudian dikeluarkan (tidak dipakai lagi dalam kalkulasi) dan rumus yang sama digunakan dengan memakai harga berikutnya. Karena itu, rata-rata ini disebut rata-rata bergerak.

Contohnya, kalkulasi rata-rata bergerak sederhana 5 periode dimulai dengan harga dari indeks 7 hingga 3, kemudian harga indeks 7 dibuang dan rata-rata berikutnya menyertakan harga dar indeks 6 hingga 2, setelah itu harga indeks 6 dibuang dan kalkulasi berikutnya menggunakan harga dari indeks 5 hingga 1:

IndeksHargaRata-rata
71.10110
61.10120
51.10125
41.10140
31.101431.101276
21.101491.101354
11.101561.101426

Rumus dalam bentuk notasi matematika:

Rata-Rata Bergerak Sederhana = [Harga(n) + Harga(n-1) + Harga(n-2)  + … + Harga(1)] / n

n adalah periode rata-rata bergerak.

Begitu pengalaman trading investor semakin tinggi, investor semakin paham kelemahan dari rata-rata bergerak sederhana. Contohnya, lagging hanya memperhitungkan harga dalam interval waktu tersebut dan memberi bobot yang sama terhadap semua harga di periode tersebut. Untuk mencoba mengatasi berbagai permasalahan tersebut, analis teknikal membuat metode kalkulasi lain, seperti Rata-Rata Bergerak Eksponensial (Exponential Moving Average / EMA).

EMA

Metode ini menjawab berbagai bias yang ada dalam SMA, terutama masalah terkait bobot yang sama, karena hanya memperhitungkan harga dalam periode tertentu. EMA memperhitungkan seluruh harga yang tersedia dan memberi bobot yang lebih besar terhadap harga yang lebih baru. Walau demikian, lagging masih menjadi masalah dalam EMA.

 Rumus EMA adalah sebagai berikut:

EMA = (Harga(i)*P)+(EMA(i-1)*(1-P))

P adalah periode dan i adalah indeks candlestick.

                       

Rumus ini adalah rumus rekursif yang mungkin sulit dipahami oleh trader berpengalaman sekali pun. Mungkin jika rumus ini kita tuliskan dalam bentuk yang lain dapat membuat rumus ini lebih mudah dimengerti. Contoh:

EMA = (Harga saat ini – EMA sebelumnya) * pengali + EMA sebelumnya

Pengali = 2/Periode + 1

Mari kita lihat kalkulasi Rata-Rata Bergerak Eksponensial 10 periode. Perhatikan bahwa EMA terlama (yaitu untuk indeks 10) dihitung sebagai SMA harga-harga sebelumnya.

Pengali = 2/(Periode+1)

                   = 2(10+1)

                   = 2/11

                   = 0.18182

Jumlah Periode

Salah satu dilema terbesar yang dihadap trader adalah menentukan berapa periode yang digunakan untuk EMA.

Ada beberapa variabel yang perlu dipertimbangkan saat memutuskan periode rata-rata bergerak, antara lain:

  • Kebiasaan pasar
  • Konstan
  • Volatilitas
  • Optimasi
  • Siklus utama

Di pasar saham, kami melihat bahwa trader biasanya mengandalkan rata-rata bergerak sepanjang 200 periode. Di pasar forex, periodenya jauh lebih pendek yaitu antara 50, 20, atau bahkan 10. Faktor penentu lainnya adalah volatilitas dalam suatu pasar. Pasar yang sedang hangat atau trending biasanya menggunakan periode yang lebih rendah. Volatilitas rendah memerlukan periode yang lebih panjang untuk menghindari whipsaw (sinyal palsu). Optimasi yang sering adalah cara lain untuk menentukan periode "terbaik". Sebagian trader menggunakan periode yang konstan untuk semua pasar dan semua kerangka waktu. Anda bebas memilih!

Analisis Tren

Identifikasi tren adalah salah satu cara termudah untuk menggunakan rata-rata bergerak. Saat harga meningkat di atas garis, maka mungkin akan terjadi pergerakan naik.

Sebaliknya, saat harga berada di bawah garis, maka pergerakan turun mungkin akan dimulai.

Rata-rata bergerak membuat identifikasi ekstrem menjadi terlihat sangat mudah. Saat harga jauh di atas rata-rata bergerak, maka ini mungkin menjadi sinyal trading overbought. Saat harga jauh di bawah rata-rata bergerak, maka ini adalah indikasi bahwa level oversold mungkin telah tercapai.

Penafsiran

Sama seperti SMA, sinyal beli dihasilkan saat harga bergerak di atas rata-rata bergerak. Sinyal jual dihasilkan saat harga merosot ke bawah rata-rata bergerak. Untuk menghindari sinyal palsu, konfirmasi harga biasanya diperlukan. Contohnya, sinyal beli memerlukan penutupan di atas garis rata-rata bergerak sebagai konfirmasi. Penutupan di bawah garis rata-rata bergerak dibutuhkan untuk sinyal jual.

Whipsaw atau sinyal palsu masih menjadi salah satu kelemahan utama dari rata-rata bergerak. Salah satu cara untuk menekannya adalah dengan menunggu "ujung" dari garis rata-rata bergerak untuk mulai naik sebelum menempatkan order beli, atau mulai turun sebelum menempatkan order jual. Semua sinyal tentu saja memerlukan konfirmasi dari harga itu sendiri.

Rata-rata bergerak dapat digunakan bersamaan dengan indikator dan osilator lainnya untuk presisi yang lebih akurat.

Kesimpulan

Rata-Rata Bergerak Eksponensial adalah perangkat bermanfaat yang dapat digunakan oleh trader. Kesederhanaannya dalam identifikasi tren serta fakta bahwa EMA mengatasi kelemahan SMA membuat metode ini menjadi pilihan banyak trader. Sayangnya, keterlambatan sinyal dan sinyal palsu dapat mengakibatkan kesulitan saat berada di pasar yang bergerak sideways.

Disklaimer: Konten artikel ini memuat opini dan ide pribadi. Konten ini tidak boleh dianggap memuat saran investasi dan/atau penawaran transaksi apa pun. Konten ini tidak mengimplikasikan kewajiban untuk membeli layanan investasi dan tidak pula menjamin atau memprediksi kinerja di masa mendatang. FXTM serta afiliasi, agen, direktur, karyawan atau staf tidak menjamin keakuratan, validitas, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi atau data apa pun dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi atas investasi yang mengandalkan informasi atau data tersebut.

Peringatan Risiko: Perdagangan produk dengan leverage seperti forex dan CFD melibatkan risiko tingkat tinggi. Jangan pertaruhkan modal apabila kerugiannya tidak dapat Anda tanggung. Kerugian yang lebih besar dari investasi awal Anda dapat saja terjadi. Jangan melakukan perdagangan sebelum Anda memahami secara menyeluruh derajat eksposur sesungguhnya akan risiko kerugian. Selalu perhatikan tingkat pengalaman Anda saat melakukan perdagangan. Harap cari saran finansial independen apabila Anda belum memahami sepenuhnya tentang risiko yang ada.

Scroll Top