Peringatan Risiko: CFD adalah instrumen finansial kompleks yang membawa risiko kerugian yang sangat besar dan cepat karena adanya leverage. 80% akun investor ritel mengalami kerugian saat memperdagangkan CFD bersama penyedia ini. Anda harus memperhatikan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda sanggup menanggung risiko tinggi hilangnya modal Anda.
Peringatan Risiko: CFD adalah instrumen finansial kompleks yang membawa risiko kerugian yang sangat besar dan cepat karena adanya leverage. 80% akun investor ritel mengalami kerugian saat memperdagangkan CFD bersama penyedia ini. Anda harus memperhatikan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda sanggup menanggung risiko tinggi hilangnya modal Anda.

Asal Mula Uang Digital: Awal Sebuah Perjalanan Panjang Baru

Asal Mula Uang Digital: Awal Sebuah Perjalanan Panjang Baru

Belajar Forex

Dewasa ini, terutama pasca krisis keuangan 2008, kita semakin sering mendengar istilah keuangan seperti "bail-in" dan "bailout". Kita yang bukan ekonom sekali pun melihat bahwa jantung ekonomi suatu negara berdetak melalui institusi keuangan dan perbankan setempat. Karena itu, kesehatan perbankan secara langsung bermakna "kesehatan" ekonomi nasional. Semua transaksi keuangan dialirkan melalui bank, yang bertindak sebagai "perantara" untuk konsumen dan penjual. Bank memiliki infrastruktur untuk memegang peran itu dan dianggap sebagai pihak ketiga tepercaya yang menjalankan sebagian besar transaksi keuangan. Kepercayaan adalah hal krusial dalam pembayaran keuangan secara online, karena semua pihak tentu ingin menghindari, atau setidaknya menekan potensi, persengketaan dan penipuan.

Kepercayaan Konvensional

Sistem konvensional bekerja cukup baik walaupun ada sengketa dan penipuan. Bank menyelesaikan sengketa dan jika perlu membatalkan transaksi untuk "menegakkan keadilan", walaupun layanan yang telah diberikan mungkin tidak sepenuhnya dapat dibatalkan. Ini menimbulkan biaya yang harus ditanggung penjual, yang "dipaksa" untuk lebih selektif memilih pembayaran online dan mencari lebih banyak informasi klien guna memastikan penjual menerima pembayaran.  Oleh sebab itu, dibutuhkan lebih banyak waktu dan keahlian dibandingkan transaksi pembayaran dengan uang tunai. Ini berarti penjual harus meneruskan biaya yang lebih tinggi kepada konsumen. Transaksi bernilai kecil dianggap tidak cukup berharga karena besarnya biaya yang ditanggung, sehingga peluang pun terpaksa lepas. Selain itu, penipuan mungkin tidak 100% dapat diatasi. Infrastruktur, keahlian, sengketa, dan penipuan memperbesar biaya transaksi yang kemudian tentu diteruskan kepada konsumen.

Pentingnya kepercayaan memberi keunggulan usaha yang sangat besar kepada institusi keuangan dan ini dimanifestasikan dalam bentuk biaya transaksi.

 Kepercayaan Era Baru

Bagaimana jika ada sistem pembayaran online elektronik yang memungkinkan kedua belah pihak, penjual dan konsumen, bertransaksi secara langsung tanpa perlu institusi keuangan, tanpa perlu pihak ketiga "tepercaya" seperti bank?

Teknologi ini sudah ada selama bertahun-tahun dan dikenal dengan mana jaringan peer-to-peer (P2P). Sederhananya, P2P adalah dua atau lebih komputer yang terhubung dan berbagai sumber daya, file, dan segala jenis data lainnya. Kita tahu bahwa film, musik, dan video dapat diunduh dan dibagikan di internet. Ini umum dilakukan oleh generasi muda dan memicu banyak perdebatan mengenai etika berbagi file.

Jaringan peer-to-peer memiliki toleransi pada kesalahan (sistem tetap berjalan normal meskipun ada komponen yang bermasalah). Jaringan ini awalnya dirancang untuk mentransmisikan pesan militer tanpa dipengaruhi oleh manusia, bencana alam, atau masalah teknis.

Fitur utama jaringan P2P adalah sifat otonom tanpa ada pemantauan dari otoritas terpusat atau regulator yang memfasilitasi atau mengendalikan transaksi.

Komputer baru dapat terhubung ke jaringan kapan saja dan keluar dari jaringan kapan saja tanpa memengaruhi operasi keseluruhan.

Apabila Alice ingin mengirim pembayaran senilai €10 kepada Bob, ia bisa mengirim file digital yang memuat pembayaran langsung kepada Bob. Karena kita sedang membahas pembayaran online, semuanya diekspresikan dalam 0 dan 1, menjadi bit, dan file digital disimpan di komputer seseorang.

Double Spending

Teknologi P2P sudah ada sejak tahun 1967 (ARPANET), bahkan sebelum adanya Internet, tapi mengapa sistem pembayaran online otonom sangat sulit untuk dimunculkan? Apa yang menghambat Alice mengirim file pembayaran kepada Bob? Jawabannya adalah double spending atau pembayaran berganda.

Menguasai konsep double spending sangat penting untuk kesuksesan sistem P2P. Double spending terjadi saat pembeli, dengan saldo hanya €100 di akunnya, menyalin file digital yang bernilai €100 dan secara simultan mengirim pembayaran ke dua penjual yang berbeda dengan nilai €100 untuk masing-masing penjual.

Model yang digunakan institusi keuangan tentu dirancang untuk menghindari double spending.

Bitcoin

Pada tahun 2008, seseorang (atau sekelompok orang) bernama Satoshi Nakamoto memperkenalkan sistem pembayaran tunai P2P yang mengatasi masalah double spending tanpa mengandalkan otoritas terpusat atau perantara "tepercaya". Nama sistem pembayaran baru ini adalah Bitcoin. Nakamoto menyarankan bahwa setiap Bitcoin digital didaftarkan di ledger publik yang disimpan di semua komputer yang ikut serta (disebut nodes).

Begitu Bitcoin digunakan, Bitcoin ini akan ditandai dengan status digunakan dan tidak dapat dipakai lagi untuk membayar. Tidak perlu pihak perantara tepercaya, tidak perlu membalikkan transaksi karena begitu transaksi terkonfirmasi maka tidak dapat dibalikkan.

Signature digital, penanda waktu (timestamp) transaksi, kriptografi, dan bukti kerja digital menjadi penyempurna sistem baru ini. Seluruh fitur itu akan memastikan integritas dan keaslian transaksi.

Kesimpulan

Visi mengenai sistem uang digital terdesentralisasi baru yang diajukan oleh Satoshi Nakamoto adalah respons langsung terhadap krisis finansial 2008 yang mengakibatkan anjloknya kepercayaan banyak orang terhadap institusi keuangan. Proposal Nakamoto menjabarkan semua detail mengenai cara kerja sistem uang kripto baru ini dalam hal menghindari sistem perbankan saat ini, keterbatasan dan biaya yang terkait sistem perbankan, pengaruhnya pada privasi transaksi dan akun, serta tentu saja jawaban terhadap masalah double spending.

Disklaimer: Konten artikel ini memuat opini dan ide pribadi. Konten ini tidak boleh dianggap memuat saran investasi dan/atau penawaran transaksi apa pun. Konten ini tidak mengimplikasikan kewajiban untuk membeli layanan investasi dan tidak pula menjamin atau memprediksi kinerja di masa mendatang. FXTM serta afiliasi, agen, direktur, karyawan atau staf tidak menjamin keakuratan, validitas, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi atau data apa pun dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi atas investasi yang mengandalkan informasi atau data tersebut.

Peringatan Risiko: Perdagangan produk dengan leverage seperti forex dan CFD melibatkan risiko tingkat tinggi. Jangan pertaruhkan modal apabila kerugiannya tidak dapat Anda tanggung. Kerugian yang lebih besar dari investasi awal Anda dapat saja terjadi. Jangan melakukan perdagangan sebelum Anda memahami secara menyeluruh derajat eksposur sesungguhnya akan risiko kerugian. Selalu perhatikan tingkat pengalaman Anda saat melakukan perdagangan. Harap cari saran finansial independen apabila Anda belum memahami sepenuhnya tentang risiko yang ada.

Scroll Top