Peringatan Risiko: CFD adalah instrumen finansial kompleks yang membawa risiko kerugian yang sangat besar dan cepat karena adanya leverage. 81% akun investor ritel mengalami kerugian saat memperdagangkan CFD bersama penyedia ini. Anda harus memperhatikan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda sanggup menanggung risiko tinggi hilangnya modal Anda.
Peringatan Risiko: CFD adalah instrumen finansial kompleks yang membawa risiko kerugian yang sangat besar dan cepat karena adanya leverage. 81% akun investor ritel mengalami kerugian saat memperdagangkan CFD bersama penyedia ini. Anda harus memperhatikan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda sanggup menanggung risiko tinggi hilangnya modal Anda.

Rahasia di Balik Reversal Tren Bearish

Rahasia di Balik Reversal Tren Bearish

Tentang Penulis: Andreas Thalassinos (BSc, MSc, MSTA, CFTe, MFTA), Head of Education FXTM. Pakar pendidikan FX terkemuka, Certified Technical Analyst, dan tokoh trading algoritmik.

Belajar Forex

Trader yang baru memasuki pasar biasanya  berupaya untuk menemukan "rahasia sempurna" tentang titik masuk ke pasar. Mereka mempelajari banyak teori, mulai dari reversal candlestik Jepang, teori kontrarian, divergensi osilator, teori gelombang, dan banyak lagi. Trader yang baru memulai biasanya mempercayai dan mengandalkan indikator serta osilator untuk mengambil keputusan kapan mereka harus menempatkan order. Semakin banyak indikator/osilator yang mereka ketahui, semakin banyak pula yang mereka tambahkan ke dalam strategi trading mereka.

Indikator/osilator yang paling sering terlupakan adalah harga. Ya, harga! Harga lebih unggul dari segala indikator lainnya. Harga adalah satu-satunya indikator yang mencakup segalanya - faktor ekonomi, politik maupun geografis. Trader pemula terkadang belum menyadari pentingnya harga sehingga cenderung mengabaikannya.  

Titik masuk pasar yang paling efektif adalah reversal tren. Setelah suatu tren bergerak ke satu arah tertentu, pasar pada akhirnya akan memberi sinyal bahwa tren tersebut akan berakhir dan memulai tren baru ke arah yang berlawanan. Dalam artikel ini, kita akan berfokus pada beberapa pola reversal terpopuler yaitu head & shoulder, double top, dan triple top.

Kepala (Head) dan Bahu (Shoulder)

Head & Shoulder memiliki reputasi sebagai pola reversal yang paling bisa diandalkan. Pola ini berdasarkan pergerakan harga dan mengisyaratkan dimulainya tren baru ke suatu arah setelah tren saat ini ke arah lainnya berakhir.

Cara mengenali Head & Shoulder:

  1. Untuk terjadinya reversal, harus ada tren saat ini dan begitu pula pada pola head & shoulder.
  2. Tren naik yang berlangsung saat ini (dalam contoh ini) terdiri dari top dan bottom yang lebih tinggi secara berturut-turut.
  3. Jika volume tersedia, maka notifikasi akan disinyalkan.
  4. Pergerakan naik menuju Head sering menggambarkan penurunan volume (jika ada) dan memberi sinyal peringatan.
  5. Shoulder kanan lebih rendah dari Head mengindikasikan potensi reversal.
  6. Penutupan signifikan di bawah garis leher (dengan peningkatan volume, jika ada) mengindikasikan berakhirnya tren naik dan dimulainya tren turun. 
  7. Untuk menghitung target harga minimum proyeksikan tinggi pola ke titik breakout garis leher.

Triple Top

Serupa dengan Head & Shoulder, Triple Top terdiri dari tiga top yang (hampir) sama dan penutupan signifikan di bawah support (bottom) dari formasi terkait. Break harus terjadi di bawah bottom agar Triple Top dapat dianggap valid. Tiga top saja tidak cukup!

Cara mengenali Triple Top:

  1. Harus ada tren (dalam hal ini, tren naik) sebelum mencari reversal.
  2. Seperti Head & Shoulder, tren yang sedang berlangsung ditandai oleh top dan bottom yang lebih tinggi secara berturut-turut.
  3. Jika volume tersedia, maka notifikasi akan disinyalkan.
  4. Pergerakan naik menuju area resistance menggambarkan penurunan volume (jika ada) dan memberi sinyal kelemahan untuk bergerak naik.
  5. Beberapa top yang sama (atau hampir sama) menyentuh area resistance.
  6. Penutupan signifikan di bawah bottom (dengan peningkatan volume, jika ada) mengindikasikan berakhirnya tren naik dan dimulainya tren turun. 
  7. Untuk menghitung target harga minimum proyeksikan tinggi pola ke titik breakout.

Double Top

Pada saat tren naik, top dapat melampaui top sebelumnya apabila permintaan melampaui penawaran. Apabila tren mulai melemah, maka akan muncul sinyal kelemahan. Jika volume tersedia, maka penurunan akan menjadi sinyal pertama saat tren bergerak naik. Sinyal lainnya adalah apabila top terakhir tidak berhasil bergerak lebih tinggi dari top sebelumnya. Reversal terkonfirmasi apabila terjadi break harga di bawah area bottom/support.

Cara mengenali Double Top:

  1. Harus ada tren yang sedang berlangsung (dalam hal ini, tren naik).
  2. Tren naik didefinisikan sebagai top dan bottom yang lebih tinggi berturut-turut.
  3. Jika volume tersedia, maka notifikasi akan disinyalkan.
  4. Pergerakan naik menuju area resistance menggambarkan penurunan volume (jika ada) dan memberi sinyal kelemahan untuk bergerak naik.
  5. Beberapa top ini sama (atau hampir sama).
  6. Penutupan signifikan di bawah bottom (dengan peningkatan volume, jika ada) mengindikasikan berakhirnya tren naik dan dimulainya tren turun. 
  7. Untuk menghitung target harga minimum proyeksikan tinggi pola ke titik breakout.

Harga lebih unggul dibanding osilator dan indikator. Harga merefleksikan segala hal yang memengaruhi pasar dan menunjukkan psikologi pasar (trader).  Ada banyak pola reversal tren bullish maupun bearish dan trader harus lebih memperhatikannya dibandingkan bereksperimen dengan reversal candlestick atau sinyal osilator semata. Volume yang tersedia beserta analisis osilator dapat mengonfirmasikan pola reversal dengan potensi keakuratan yang lebih tinggi.

Disklaimer: Konten artikel ini memuat opini dan ide pribadi. Konten ini tidak boleh dianggap memuat saran investasi dan/atau penawaran transaksi apa pun. Konten ini tidak mengimplikasikan kewajiban untuk membeli layanan investasi dan tidak pula menjamin atau memprediksi kinerja di masa mendatang. FXTM serta afiliasi, agen, direktur, karyawan atau staf tidak menjamin keakuratan, validitas, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi atau data apa pun dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi atas investasi yang mengandalkan informasi atau data tersebut.

Peringatan Risiko: Perdagangan produk dengan leverage seperti forex dan CFD melibatkan risiko tingkat tinggi. Jangan pertaruhkan modal apabila kerugiannya tidak dapat Anda tanggung. Kerugian yang lebih besar dari investasi awal Anda dapat saja terjadi. Jangan melakukan perdagangan sebelum Anda memahami secara menyeluruh derajat eksposur sesungguhnya akan risiko kerugian. Selalu perhatikan tingkat pengalaman Anda saat melakukan perdagangan. Harap cari saran finansial independen apabila Anda belum memahami sepenuhnya tentang risiko yang ada.

Scroll Top