Peringatan Risiko: CFD adalah instrumen finansial kompleks yang membawa risiko kerugian yang sangat besar dan cepat karena adanya leverage. 80% akun investor ritel mengalami kerugian saat memperdagangkan CFD bersama penyedia ini. Anda harus memperhatikan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda sanggup menanggung risiko tinggi hilangnya modal Anda.
Peringatan Risiko: CFD adalah instrumen finansial kompleks yang membawa risiko kerugian yang sangat besar dan cepat karena adanya leverage. 80% akun investor ritel mengalami kerugian saat memperdagangkan CFD bersama penyedia ini. Anda harus memperhatikan apakah Anda memahami cara kerja CFD dan apakah Anda sanggup menanggung risiko tinggi hilangnya modal Anda.

Menguak Transaksi Bitcoin: Bagaimana Cara Kerjanya

Menguak Transaksi Bitcoin: Bagaimana Cara Kerjanya

Belajar Forex

Transaksi Bitcoin adalah sebuah informasi bertanda yang bertujuan untuk mentransfer kepemilikan suatu jumlah Bitcoin dari satu individu ke individu lain. Transaksi ini mencatat semua detail Bitcoin yang belum digunakan milik pengirim, asalnya (ditandai oleh ID transaksi atau hash transaksi), nilai transfer, dan alamat publik sang penerima. Informasi ini disiarkan ke jaringan Bitcoin untuk mendapatkan validasi. Jika berhasil, maka transaksi akan ditempatkan di ledger online yang disebut Blockchain untuk ditransfer. Transaksi yang telah divalidasi ditambahkan ke blok informasi. Blok ini terhubung dengan blok lainnya sehingga tercipta rantai blok (sehingga disebut Blockchain.) 

Untuk lebih memahami cara kerja Bitcoin, saya telah menyusun panduan terperinci dengan ilustrasi sebagai berikut. Saya menggunakan nama dalam contoh agar lebih mudah dibaca, tapi perlu diingat bahwa salah satu keunggulan utama Bitcoin adalah sifat anonim, jadi semua pihak tidak dapat mengetahui informasi pribadi satu sama lain. Dalam kenyataannya, hanya diperlukan alamat pengirim dan penerima untuk dapat menyelesaikan transaksi Bitcoin.   

Input & Output Transaksi Bitcoin

Jika Alex mengirim 1 Bitcoin ke Natalie, transaksinya seperti ini:

Ini adalah transaksi Bitcoin dalam versi sederhana, tapi kita bisa menambahkan informasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas. Contohnya, sumber 1 Bitcoin Alex adalah pembayaran yang dia dapat dari Andreas, dari transaksi sebelumnya. Yang Alex terima dari Andreas disebut Input dalam transaksi ini, sedangkan pembayaran Alex kepada Natalie disebut Output. Input selalu menyebutkan sumber dan jumlah Bitcoin, sedangkan Output menyebutkan tujuan dan jumlah Bitcoin untuk penerima, yaitu Natalie.

Karena itu, kita sekarang bisa mengilustrasikan transaksi Bitcoin seperti ini:

Dalam contoh ini, hanya ada satu Input dan satu Output. Tapi pada kenyataannya, transaksi Bitcoin dapat memiliki lebih dari satu Input dan Output. Transaksi Bitcoin memiliki daftar Input dan Output, masing-masing dengan indeks tersendiri atau nomor urutan untuk setiap entri. Angka nol (0) selalu dianggap sebagai entri pertama.  

Perhatikan modifikasi Input dan Output transaksi pertama antara Andreas dan Alex. Andreas punya 3 Bitcoin yang ia terima sebagai pembayaran dari klien di transaksi sebelumnya. Ia kemudian mengirim 1 Bitcoin kepada Alex. Hal menarik mengenai protokol Bitcoin adalah uang kripto ini tidak dapat dibagi. Artinya, dalam contoh ini, Andreas tidak bisa begitu saja mengirimkan 1 Bitcoin kepada Alex. Proses yang terjadi adalah Andreas mengirim 3 Bitcoin kepada Alex dan kemudian mendapat pengembalian 2 Bitcoin.

Keamanan Transaksi

Setelah menerima Bitcoin dari Andreas, Alex harus membuktikan bahwa ia benar-benar dirinya sendiri sebelum dapat mengirimkan Bitcoin itu ke Natalie. Caranya, Alex harus "memecahkan" Skrip Input dengan private key miliknya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai private key, Anda bisa membaca artikel saya tentang Alamat dan Key Bitcoin.

Setelah itu, Alex dapat menggunakan Bitcoin yang ia miliki di Input.  Siklus ini berlanjut. Alex harus membuat skrip untuk dipecahkan Natalie agar ia dapat membelanjakan pembayaran yang ia terima dari Alex. Informasi tambahan – seperti versi transaksi, waktu penguncian (yaitu waktu tertentu saat transaksi ditambahkan ke Blockchain), dan aturan spesifik lainnya yang harus dipatuhi – adalah bagian dari detail transaksi.

Terakhir, seperti segala jenis transaksi finansial lainnya, harus ada proses identifikasi. Dalam Bitcoin, proses ini dilakukan dalam bentuk ID transaksi.

Setelah transaksi dibuat, transaksi kemudian akan diteruskan ke node lainnya di jaringan untuk melalui proses verifikasi. Node jaringan Bitcoin kemudian akan melakukan investigasi terhadap informasi di transaksi yang diajukan untuk validasi. Apakah semua informasi sudah lengkap? Apakah jumlah Bitcoin yang belum digunakan benar-benar tersedia dan belum digunakan? Apakah ada masalah double spending? Apakah signature transaksi valid?

Jika validasi berhasil, transaksi akan dilanjutkan dan terkonfirmasi kemudian ditambahkan ke blok transaksi untuk tahap selanjutnya. Ini adalah tahap penambangan atau mining yang harus dilakukan agar transaksi bisa ditempatkan ke Blockchain, dan ini akan saya bahas di artikel mendatang. 

Artikel Bitcoin sebelumnya:

Asal-Usul Uang Digital: Awal Sebuah Perjalanan Panjang Baru
Alamat dan Key Bitcoin

Disklaimer: Konten artikel ini memuat opini dan ide pribadi. Konten ini tidak boleh dianggap memuat saran investasi dan/atau penawaran transaksi apa pun. Konten ini tidak mengimplikasikan kewajiban untuk membeli layanan investasi dan tidak pula menjamin atau memprediksi kinerja di masa mendatang. FXTM serta afiliasi, agen, direktur, karyawan atau staf tidak menjamin keakuratan, validitas, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi atau data apa pun dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi atas investasi yang mengandalkan informasi atau data tersebut.

Peringatan Risiko: Perdagangan produk dengan leverage seperti forex dan CFD melibatkan risiko tingkat tinggi. Jangan pertaruhkan modal apabila kerugiannya tidak dapat Anda tanggung. Kerugian yang lebih besar dari investasi awal Anda dapat saja terjadi. Jangan melakukan perdagangan sebelum Anda memahami secara menyeluruh derajat eksposur sesungguhnya akan risiko kerugian. Selalu perhatikan tingkat pengalaman Anda saat melakukan perdagangan. Harap cari saran finansial independen apabila Anda belum memahami sepenuhnya tentang risiko yang ada.

Scroll Top