• Saham Asia ditutup bervariasi, indeks AS menutup pekan lalu dengan rekor level tertinggi 
  • USD menutup 2019 di level yang hampir sama dengan pembukaan tahun ini
  • Emas mengalami reli walau selera risiko meningkat

 

Banyak investor yang masih berlibur, saham global terus berkisar di dekat level tertinggi 2019. Berkurangnya kekhawatiran mengenai situasi dagang dan ketidakpastian Brexit adalah dua komponen utama yang berkontribusi pada reli saham di bulan Desember, dan investor terus bersuka ria di beberapa hari terakhir tahun ini.

Pergerakan saham Asia bervariasi hari ini setelah S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average ditutup pada rekor tertinggi baru di hari Jumat. Keputusan Bank Sentral Tiongkok untuk menggunakan suku bunga dasar kredit (Loan Prime Rate/LPR) sebagai suku bunga acuan baru untuk kredit suku bunga mengambang membantu memperkuat saham Tiongkok, sedangkan Nikkei Jepang dan ASX 200 Australia sedikit melemah.

Dolar AS tergelincir selama tiga hari berturut-turut

Dolar sepertinya kehilangan semangat mendekati akhir tahun. Indeks Dolar merosot lebih dari 1% dari level tertinggi pekan lalu, dan 2.9% dari level tertinggi 2019, mendekati level saat tahun ini dibuka.

Mata uang dengan beta tinggi adalah yang paling diuntungkan oleh prospek ekonomi yang membaik, terutama Dolar Australia dan Selandia Baru yang mendekati level tertinggi 5 bulan. Euro juga melanjutkan reli hari Jumat hingga berada di atas 1.12, sedangkan Pound menguat lebih dari 200 pip dibandingkan level terendah pekan lalu.

Kekhawatiran mengenai resesi global telah sirna, dan siklus manufaktur sepertinya menuju titik balik di enam bulan pertama 2020, sehingga kita mungkin melihat situasi berbalik dari AS ke pasar berkembang dan Eropa. Apabila skenario ini terjadi, Dolar akan tetap tertekan selama beberapa pekan mendatang.

Emas diuntungkan karena Dolar melemah

Dalam keadaan risk-on klasik, harga emas biasanya melemah, tapi tidak kali ini. Emas berada di level tertinggi 2 bulan hari ini, terutama karena Dolar melemah.  

Faktor lain yang berkontribusi pada reli emas adalah serangan udara oleh AS di Irak dan Suriah terhadap kelompok yang didukung Iran. Apabila ketegangan geopolitik di Timur Tengah memburuk, investor akan mendapatkan lebih banyak alasan untuk meningkatkan proporsi kepemilikan emas. Jika tidak, reli emas tidak masuk akal saat saham mencapai rekor tertinggi.

Trader minyak juga memperhatikan perkembangan di wilayah ini, walaupun harga minyak telah terangkat karena persediaan minyak mentah AS merosot tajam.

Mengingat musim liburan sedang berlangsung, kita mungkin melihat pergerakan drastis pada harga mata uang dan komoditas. Anjlok tajam yang dikenal sebagai flash crash juga dapat terjadi ketika likuiditas tipis.

Sanggahan: Isi dari artikel ini terdiri dari pendapat-pendapat pribadi dan tidak seharusnya ditafsirkan sebagai sesuatu yang berupa nasihat investasi pribadi dan/atau lainnya dan/atau suatu penawaran dari dan/atau permohonan untuk transaksi pada instrumen keuangan dan/atau sebuah jaminan dan/atau prediksi atas kinerja di masa depan. ForexTime (FXTM), para afiliasinya, agen, direktur, petugas atau pegawainya tidak memberikan jaminan atas akurasi, keabsahan, batas waktu atau keutuhan dari informasi atau data yang disediakan dan tidak memikul tanggung jawab atas semua kerugian yang dapat timbul dari segala investasi yang didasarkan pada hal tersebut.