• Kenaikan safe haven mulai berbalik arah setelah ketegangan geopolitik mereda
  • Minyak kehilangan premi risiko, turun 9% dari level tertinggi hari Rabu
  • Laporan tenaga kerja AS di hari Jumat akan menyedot perhatian trader

 

Dalam kurang dari 24 jam, investor berubah arah dari posisi defensif awal menjadi mengambil risiko dan reli pasar. Di akhir hari Selasa, harga minyak melonjak di atas $71, emas mencapai $1600, mata uang safe haven mengalami reli, dan imbal hasil Treasury 10-tahun AS anjlok ke level terendah sejak awal November. Semua pergerakan pasar ini adalah reaksi terhadap serangan misil Iran ke basis militer AS di Irak. Pada saat pasar Eropa dibuka di hari Rabu, kepanikan sudah surut dan penurunan harga saham berbalik arah setelah Presiden Trump memberi pernyataan yang memuat isyarat jelas penurunan ketegangan situasi dengan tidak mencemaskan serangan misil tersebut.

AS dan Iran sepertinya sama-sama telah mengambil langkah untuk menjauhi konfrontasi langsung. Skenario yang ditakutkan yaitu meledaknya perang sepertinya sudah berlalu, dan investor bisa menarik napas lega. Namun bahkan jika konflik berhasil dihindari, jalan ke depan masih penuh rintangan dan investor tetap harus waspada terhadap potensi langkah balasan. Untuk saat ini, fundamental kembali menjadi faktor utama setelah sebelumnya didominasi oleh geopolitik pekan ini.

Harga minyak sudah melemah 9% dibandingkan level tertinggi hari Rabu, menguji level paling rendah sejak 16 Desember. Sebagian besar premi risiko geopolitik berhasil terhapuskan oleh pergerakan kemarin, dan kita mungkin melihat tekanan turun lebih lanjut jika persediaan meningkat beberapa pekan mendatang. Walau harga sudah kembali mendekati harga wajar, trader perlu memantau dengan cermat situasi di Irak dan apakah aktivitas oleh militer setempat akan mengakibatkan gangguan pasokan minyak. Jika tidak, harga sepertinya akan terbatas hingga $70 dalam jangka pendek.

Setelah mata uang safe haven Yen dan Franc Swiss melemah di hari Rabu, sebagian besar mata uang mayor bergerak di rentang sempit pada awal hari Kamis. Perhatian trader akan beralih ke rilis data ketenagakerjaan non-pertanian (NFP) AS bulan Desember, setelah data NFP November memberi kejutan dengan penambahan 266 ribu lapangan kerja. Saat ini kejutan positif bulan November tampak tidak mungkin berulang, namun data umum di atas 200 ribu akan memperkuat Dolar. Hal yang lebih penting dari data umum adalah pertumbuhan upah dan rata-rata upah per jam. Mengingat tingkat pengangguran AS saat ini berada di level terendah 50 tahun, apakah upah akhirnya akan terdorong naik? Sepertinya ini adalah data penting yang perlu kita pantau, bukan hanya pada rilis Desember, namun di sepanjang tahun ini. 

Sanggahan: Isi dari artikel ini terdiri dari pendapat-pendapat pribadi dan tidak seharusnya ditafsirkan sebagai sesuatu yang berupa nasihat investasi pribadi dan/atau lainnya dan/atau suatu penawaran dari dan/atau permohonan untuk transaksi pada instrumen keuangan dan/atau sebuah jaminan dan/atau prediksi atas kinerja di masa depan. ForexTime (FXTM), para afiliasinya, agen, direktur, petugas atau pegawainya tidak memberikan jaminan atas akurasi, keabsahan, batas waktu atau keutuhan dari informasi atau data yang disediakan dan tidak memikul tanggung jawab atas semua kerugian yang dapat timbul dari segala investasi yang didasarkan pada hal tersebut.